Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh Kritik Penanganan Jembatan Rusak

Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh Kritik Penanganan Jembatan Rusak

Kampar – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Iib Nursaleh, menyoroti kondisi jembatan penghubung Desa Lubuk Agung dan Desa Ranah Sungai, Kecamatan XIII Koto Kampar, yang rusak dan dinilai membahayakan warga. Kondisi jembatan tersebut viral di media sosial.

Iib menyayangkan kerusakan jembatan luput dari penanganan sejak awal. Menurutnya, persoalan infrastruktur seharusnya dapat terdeteksi melalui sistem perencanaan pembangunan yang telah berjalan di daerah.

“Kalau bicara sistem, jalurnya sudah jelas. Mulai dari musrenbang dari tingkat dusun, desa, kecamatan sampai kabupaten. Tidak mungkin kondisi di RT dan RW tidak terpantau,” kata Iib, Rabu (14/1/2026).

Selain musrenbang, Iib juga menyinggung mekanisme reses DPRD sebagai saluran resmi aspirasi masyarakat. Ia mempertanyakan apakah kerusakan jembatan tersebut pernah disampaikan kepada anggota DPRD saat reses di wilayah itu.

“Reses DPRD juga jalur resmi. Wakil rakyat turun langsung ke lapangan. Kalau jembatan ini rusak sejak lama, seharusnya bisa disampaikan,” ujarnya.

Iib tidak menutup kemungkinan kerusakan disebabkan faktor kedaruratan seperti banjir atau bencana alam. Namun, ia menilai secara fisik, kerusakan jembatan lebih disebabkan oleh usia bangunan yang sudah aus.

“Kalau dilihat dari fisiknya, ini bukan karena bencana. Ini karena usia jembatan yang sudah habis masa pakai. Dari keterangan kepala desa, kerusakan ini sudah terjadi lebih dari satu tahun dan sudah dilaporkan,” jelasnya.

Meski demikian, Iib menegaskan pihaknya tidak ingin menyalahkan pihak tertentu. Menurutnya, persoalan ini perlu ditelusuri agar tidak terulang.

“Kalau sudah dilaporkan tapi belum ditindaklanjuti, perlu ditelusuri di mana tersendatnya. Ini koreksi kita bersama,” katanya.

Ia menekankan, fokus utama saat ini adalah penanganan jembatan demi keselamatan masyarakat. Jika kondisinya darurat, penanganan dapat dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan dana kedaruratan atau dimasukkan ke program rutin APBD.

“Yang jelas, keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” tegasnya.

Iib juga mengapresiasi langkah kepolisian yang turun langsung mengecek kondisi jembatan. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, ada dua jembatan di Kampar yang kini menjadi perhatian, termasuk di wilayah Terantang.

Ke depan, Iib mendorong pembenahan manajemen pembangunan agar perencanaan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai daerah yang belum darurat dibangun, sementara yang sudah darurat justru terabaikan,” pungkasnya.(Advertorial)

#kampar